Usaha di Kolam Jaring Apung

Tidak ada komentar

Kolam ikan jaring apung di Cirata-Jawa Barat adalah Produsen ikan terbesar yang ada selain dari waduk Jatiluhur dan waduk Saguling. Berbagai investor datang dari beberapa kota, seperti : Bandung, Jakarta dan luar Jawa.

Investasi yang di keluarkan dari satu unit (4 petak kolam) cukup besar, sehingga banyak yang belum mengetahuinya dan kadang mundur sebelum bertarung.  Padahal banyak trik yang dilakukan investor, seperti bergabung dengan kelompok petani yang tergabung dalam gudang-gudang pakan tertentu, asal mengerti dan mengikuti peraturan dari gudang tersebut.

Permodalan dari 1 unit kolam memerlukan dana awal sebagai berikut :
• Pembelian 1 Unit kolam (4 petak) yang bekas sekitar siap pakai Rp.10.000.000
• Biaya bibit ikan mas 200 kg x Rp.24.000 = Rp. 4.800.000
• Biaya bibit ikan nila 300 kg x Rp.12.000 = Rp. 3.600.000
• Biaya pakan ikan mas 6000 kg x Rp.5.400 = Rp.32.400.000
• Biaya gaji pegawai Rp.300.000 per bulan x 4 = Rp. 1.200.000
• Biaya lain-lain Rp. 500.000
• Total biaya per 4 bulan = Rp.52.500.000

Asumsi modal kembali hasil panen selain modal kolam dari 4 bulan adalah:
• Ikan mas 6000 kg x 60% pakan 3600 kg x Rp.12.500 = Rp.45.000.000
• Nila panen per 6 bulan 1400 kg x Rp. 8.500 = Rp.11.900.000
• Total hasil = Rp.56.900.000

Harga ikan mas maupun nila akan berubah setiap waktu panen, harga diatas adalah harga standar terkecil.
Lebih baik bergabung dengan kelompok gudang pakan,selain terjamin menjual hasil panen, keuangan juga akan terjamin, walaupun harga akan sedikit berbeda dengan harga selain gudang.  Bila bergabung dengan kelompok gudang, maka modal yang besar akan menjadi kecil, karena pihan gudang akan membantu permodalan disaat petani membutuhkan pakan lebih banyak, atau menjelang panen dengan menjaminkan panen ikan.

Harus diperhatikan : 
Selalu mengontrol kerja pegawai,mengontrol hasil panen,mengontrol jaring ikan di lapisan bawah untuk ikan nila,dan menjaga lingkungan di sekitar perairan demi kelangsungan oksigen ikan.

Resiko : 
Pada bulan tertentu seperti November dan Desember selalu terjadi arus angin yang berbalik, maka jangan terlalu diberi pakan ikan karena resiko arus balik sangat mempengaruhi oksigen ikan, dan hama yang ada adalah penyakit Herves ikan mas.

Jalan keluar :
Apabila terjadi hal yang ada dalam resiko perairan di atas, sebaiknya apabila sudah memasuki ikan yang siap panen maka segera lakukan penjualan secepatnya, atau tidak diberi pakan, sehingga ikan jadi puasa dan ikan mengadaptasi keadaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Paling Populer

Kumpulan Kategori